Home

Minggu, 03 Oktober 2021

Viral, Warga Pemulutan Idap Tumor hingga Perut Membesar

Salama, warga RT 03 Dusun II Desa Palu Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, terbaring dengan kondisi perut membesar akibat tumor

OGAN ILIR, - Malang dialami Salama (55th), warga RT 03 Dusun II Desa Palu Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir.

Pasalnya, wanita paruh baya ini mengidap tumor dibagian perutnya yang saat ini kian membesar.

Oleh warga net, kondisi ibu yang diklaimnya belum mendapat bantuan ini diviralkan di media sosial Facebook.

"Assalamualaikum saudara yang ada di grup ini. Tolong mohon bantuannya, ada saudara kita yang mohon bantuan warga Desa Palu. Warga kita yang kurang mampu menderita penyakit tumor. Selama (ini) berobat sendiri dalam keadaan tidak mampu, sangat mohon bantuan. Mungkin saja di grup ada keluarganya yang punya petinggi atau pejabat, kepada Bapak DPRD, kepada Bapak Bupati kita," tulis akun Facebook dilihat di grup Facebook, Minggu (3/10/21).

Hingga hari ini, unggahan tersebut telah dibagikan 142 kali dan mendapat 415 komentar. Rata-rata komentar meminta kepada pihak berwenang khususnya perangkat desa setempat segera bertindak sebelum tumor wanita tersebut tidak makin parah.

Saat disambangi dikediamannya, awak media disambut Salama didampingi suaminya Aman (59th) dan Kepala Desa Palu, Indajaya yang sedang berkunjung ke rumahnya.

Sebelum wartawan hendak mewawancarai Salama, Kepala Desa Palu, Indajaya buru-buru mengungkapkan kekecewaan pada unggahan di Facebook yang seolah menyudutkan perangkat desa.

"Bu Salama sejak dua tahun lalu mengidap tumor. Namun beberapa bulan belakangan ini, benjolan di perut semakin membesar," tuturnya.

Perangkat desa, kata Indajaya, bukannya tak memberikan perhatian pada Salama yang tergolong warga kurang mampu di desanya.

"Dulu kami sudah memfasilitasi untuk berobat, sudah diperiksa dokter. Namun waktu mau dioperasi, keluarga Bu Salama menolak, katanya mau pengobatan alternatif saja. Terus terang ketika itu kami tidak berkutik," beber Kades.

Namun perangkat Desa Palu tak lepas tanggungjawab begitu saja, Salama tetap mendapat layanan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Indajaya berharap, ke depan pihak keluarga menyetujui agar Salama menjalani operasi pengangkatan tumor.

"Ada tetangga beliau (Salama) kena tumor juga, Alhamdulillah sembuh setelah operasi. Lagipula beliau ini ada KIS, BPJS. Tinggal nanti saya bersama bidan desa mengurus surat rujukan dari Puskesmas agar dapat dirawat di rumah sakit di Palembang," imbuhnya.

Selain bantuan pengobatan, lanjutnya, Salama juga termasuk keluarga penerima manfaat bantuan dari pemerintah.

"Untuk bantuan seperti PKH, UMKM, bantuan beras, BPNT, tetap kita berikan kepada Bu Salama karena memang haknya," terangnya.

Aman, suami korban mengaku, bahwa tumor yang ada di istrinya sejak dua tahun lalu atau pada tahun 2019.

"Awal-awal ada benjolan kecil di perut," ujar Suaminya.

Saat menemukan benjolan kecil tersebut, Istrinya mengaku awalnya tak merasakan apa-apa.

Karena kondisinya ini juga, Istrinya pernah diperiksa di RSUP Mohammad Hoesin Palembang. "Kata dokter waktu itu, istri saya kena tumor," katanya.

Ketika itu, lanjutnya, perangkat Desa Palu sempat akan memfasilitasi proses operasi pengangkatan tumor.

Namun pihak keluarga menolak, karena mengaku tak memiliki biaya dan lebih memilih pengobatan alternatif. Tumor di tubuh Salama pun kian membesar pada akhir Juli lalu.

"Sekitar tiga bulan lalu setelah Idul Adha, benjolan istri saya ini membesar," ungkapnya.

Sejak tumor di perutnya membesar, Salama mengaku sulit beraktivitas sehari-hari. Gejala yang dialami Salama ini, ialah sesak di bagian dada.

"Perut ini rasanya penuh dan gampang sesak napas. Makanya saya kalau makan tidak banyak-banyak," timpal Istrinya.

Untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari, dia terpaksa dibantu sang suami yang selalu setia menemaninya. Bahkan untuk mandi pun, Salama harus dibantu suami tercinta.

"Kalau mandi hanya diusap pakai kain basah. Karena susah sekali mau bergerak kemana-mana," ungkapnya.

Terkadang, rasa sakit di perut muncul tiba-tiba, namun Salama hanya bisa menahannya.

"Kadang kalau sakit, dipijit oleh tukang urut, agak mendingan sakitnya," ujar Salama.

Wanita paruh baya ini mengungkapkan ingin segera sembuh. Namun apa daya, penghasilan suami sebagai kuli bangunan sangat pas-pasan dan hanya cukup untuk makan sehari-hari.

"Harapannya, ya ingin sembuh," tukasnya. @oganilirterkini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar