Home

Jumat, 27 Mei 2022

Beredar Twit Bullying dan Kekerasan oleh Kakak Tingkat Mahasiswa di Sumsel

Sumber : kumparan.com

Akun twitter @unsrifess memposting tentang bullying hingga tindak kekerasan terhadap mahasiswa baru oleh kakak tingkat di lingkungan kos-kosan di Sumsel.

Pada postingan itu, disebut oknum kakak tingkat itu mengincar mahasiswa baru, dan mencari data melalui media sosial untuk memulai komunikasi.

Oknum kakak tingkat ini melakukan penawaran menarik kepada mahasiswa khususnya yang merantau dan memiliki marga, mereka ditawari mulai dari penjemputan di Palembang, hingga dicari tempat kos-kosan terdekat dengan harga murah.

Tak hanya itu, para terduga pelaku ini juga merayu mahasiswa baru siap membantu administrasi mahasiswa baru hingga belajar bersama jelang ujian.

Mahasiswa baru yang tergiur lalu bergabung dan tinggal di kos-kosan yang sudah disiapkan oleh oknum kakak tingkat ini. Nah, di kos-kosan itu mahasiswa baru yang mereka ajak bergabung itu dibully hingga mendapatkan tindak kekerasan.

Seseorang yang mengaku salah satu korban yakni NI menyebut, tindakan itu dilakukan setelah mahasiswa pulang dari kampus. Tidak hanya sebatas bullying, namun juga kekerasan fisik yang sangat mempengaruhi aktivitas kuliah.

"Rata-rata korban adalah mahasiswa baru yang memiliki marga batak. Para pelakunya adalah oknum kakak tingkat dan ada juga mereka yang sudah lulus masih tinggal di sana," kata NI yang sudah lulus kuliah ini, Kamis (26/5/22).

NI mengatakan, intensitas perlakukan oknum kakak tingkat itu mereda saat pandemi karena sistem perkuliahan yang banyak tidak tatap muka. Namun hal itu dikhawatirkan akan terulang lagi saat penerimaan mahasiswa baru nanti, sebab aktivitas kampus mulai normal.

"Para pelaku ini juga memiliki marga, mereka mengajak bergabung seolah-olah merangkul sebagai komunitas perantau. Namun pada kenyataanya, mereka sering membully, mengintimidasi hingga melakukan kekerasan," katanya.

NI menyebut, warga sekitar tidak mengetahui hal itu karena aktivitas yang dilakukan pada malam hari bahkan diperlakukan tidak baik hingga dini hari.

"Saya berharap agar hal itu tidak terjadi lagi kepada mahasiswa baru. Sebagian dari mereka ini takut untuk melapor karena mendapat intimidasi," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak rektorat terkait belum dapat memberi klarifikasi. Namun dari informasi yang dihimpun, sudah ada korban yang melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. oganilirterkini.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar